24 Mei 2017

-

Upacara Peringatan HUT Malalak ke 10 Tahun 2017

-

Rapat Umum Luar Biasa (RUPS ) Tahun Buku 2016

-

Menghadiri Acara Peluncuran dan Diskusi Buku In Memoriam 100 Seniman, Wartawan dan Budayawan Sumatera Barat Karya Nazif Basir

» jadwal kegiatan lainnya

Jum'at, 23 Juni 2017 / 28 Ramadhan 1438 H
Berita Detil

Senin, 19/06/2017  13:47 WIB

Padi Ampek Angkek Mulai Mengeliat

Selama ini padi varietas unggul lokal di Kabupetan Agam dikenal dengan Kuriak Kusuik. Namun saat ini Agam kembali melepas padi varietas unggul lokal yang diberi nama Ampek Angkek, sesuai dengan Surat Keputusan dari Kementan No.330/Kpts/TP.030/5/2017 tanggal 22 Mei 2017.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Agam Arief Restu Rabu (14/6) melalui via ponselnya mengungkapkan, bahwa proses pelepasan varietas padi Ampek Angkek tidak terlepas dari keinginan masyarakat kecamatan Ampek Angkek khususnya, guna membangkitkan kembali kejayaan beras itu yang telah lama hilang.

"Proses untuk menjadikan varietas ditentukan melalui pengujian adaptasi genetika oleh Badan Tenaga Atom Nasional (BTAN)," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini pemasaran hasil produksi beras Ampek Angkek berhasil memasuki pasar retail seperti Transmart maupun Minang Mart. Selain di Sumatera Barat, beras itu juga telah menjangkau luar provinsi seperti Riau, Jambi, Palembang, Jakarta dan Bandung.

Arief mengaku bangga dengan  telah dikeluarkannya SK pelepasan varietas padi sawah lokal ampek angkek tersebut. "Kita berharap kejayaan padi ampek angkek kembali seperti sedia kala, dan semakin menunjukan eksistensi Kabupaten Agam sebagai penghasil beras dengan kualitas premium,” ujarnya berharap.

Ia mengatakan, padi varietas unggul lokal merupakan kebanggaan tersendiri bagi daerah, dan ini patut disyukuri bahwa padi Ampek Angkek menjadi varietas padi sawah unggul lokal yang telah disetujui Kementan. 

 

Lebih lanjut Arief menyebutkan, saat ini Agam sudah memiliki dua jenis padi sawah varietas unggul lokal, yaitu Kuriak Kusuik dan Ampek Angkek, di mana untuk Kuriak Kusuik sudah menjadi Varietas Nasional, dan sudah terdaftar di kementerian. 

 

"Untuk Ampek Angkek masih varietas unggul lokal, di mana untuk jadi varietas nasional kita harus melalui berbagai tahap, salah satunya pengujian mutu, produksi, dan asal usul padi," ujarnya menjelaskan.

 Disajikan Oleh : Bagian Hubungan Masyarakat
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: