16 Desember 2017

-

Menghadiri Seminar “ Transformasi Tata Kelola Pemerintah Nagari Era Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014’ dalam Rangka Penigkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Nagari Serta Iplementasi Undang-Undang

-

Menghadiri acara Sejuta Cinta untuk Bunda dalam rangka menyongsong Hari Ibu dari Indojalito Jakarta

-

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok ke-47

-

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Solok dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Solok ke-47

» jadwal kegiatan lainnya

Jum'at, 19 Januari 2018 / 2 Jumadil Awwal 1439 H
Berita Detil

Kamis, 07/12/2017  22:35 WIB

Nelayan Tiku Impikan Pelabuhan Kapal

Pemerintah Kabupaten Agam mengharapkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk membuat pelabuhan perikanan di Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara, agar ekonomi masyarakat nelayan bisa lebih meningkat .

"Disamping bantuan permodalan, kita juga membutuhkan sarana dan prasarana yang representatif khususnya penyediaan pelabuhan perikanan, karena sangat menentukan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir," ujar Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Agam, H. Isman Imran, kepada wartawan saat menghadiri acara penandatanganan akad kerdit antara Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan PT. BPR Mutiara Pesisir, Kamis (7/12) Tiku.

Hal serupa disebutkan Irwansyah, salah seorang nelayan Tiku, yang menyebut impian terbangunnya pelabuhan sudah sejak 2013. Usaha dari Pemkab Agam, dan Pemrov  Sumbar, didukung para nelayan, menurutnya masih belum direspon oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, alat tangkap ikan berupa kapal bagan kini tinggal sekitar 18 unit. Dulu, dimasa jayanya, pernah mencapai sekitar 250 unit. Menyusutnya jumlah kapal tersebut, karena belum adanya kolam labuh yang aman dari amukan badai dan gelombang, tempat kapal nelayan berlabuh di musim badai.

Ia mengaku, selama belum ada pelabuhan tempat sandar kapal nelayan pada musim badai, selama itu pula nelayan Tiku belum sejahtera. Ia sendiri berniat kembali membeli kapal bagan, bila pelabuhan sudah ada di Tiku.

"Untuk apa memiliki kapal bagan saat ini, bila kolam labuh yang aman belum ada di Tiku," ujarnya.

Sumber : Bagian Humas Setda Agam

 Disajikan Oleh : Dinas Komunikasi dan Informatika
Share di situs jejaring sosial :   

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama : (*dibutuhkan)

Alamat : (*dibutuhkan)

e-Mail : (*tidak akan di-publish)(*dibutuhkan)

Komentar : (*dibutuhkan)

Security Code: