26 Maret 2017

-

Menghadiri Acara Gerakan Ekonomi Budaya Minang (GEBU Minang) dalam rangkat Memperingati HUT IKMR Duri Mandau ke 17 Thn

-

Menghadiri Acara Pagelaran Sumarak Tradisi Pandeka Nagari Kamang Mudiak

-

Membuka Acara Khatam Al-Qur’an MDTA Plus SDN 27 Gadut

» jadwal kegiatan lainnya

Rabu, 29 Maret 2017 / 1 Rajab 1438 H
Gelora Agam
Maghrib Mengaji
I.        PENDAHULUAN
Agama menyangkut kehidupan manusia. Oleh karena itu kesadaran agama dan pengalaman agama seseorang lebih menggambarkan sisi-sisi bathin dalam kehidupan yang ada kaitannya dengan sesuatu yang sakral dan dunia gaib. Dari kesadaran agama dan pengalaman agama ini pula kemudian muncul sikap keagamaan yang ditampilkan seseorang.
Beranjak dari kenyataan, maka sikap keagamaan terbentuk oleh dua faktor, yaitu faktor interen dan faktor exteren. Salah satu faktor interen yang sangat mempengaruhi sikap keagamaan adalah tingkat usia. Usia remaja misalnya adalah saat manusia berada pada fase kamatangan seksual, sehingga pada usia ini, remaja sering mengalami konflik kejiwaan yang cendrung mempengaruhi terjadinya konpersi agama.
Menurut W.Starbuck perkembangan agama pada remaja ditandai oleh beberapa faktor perkembangan rohani dan jasmaninya yaitu:
1. Pertumbuhan Pikiran dan Mental 
2. Perkembangan Perasaan. 
3. Pertumbuhan Moral dan Material 
4. Pertumbuhan Pikiran dan Moral 
5. Sikap dan Minat 
Bila kita amati kualitas kehidupan keberagaman masyarakat di kampong-kampung dan jorong-jorong dewasa ini maka kita akan sangat merindukan pola-pola lama yang telah berhasil menghantarkan tokoh-tokoh cendekiawan Muslim seperti Buya HAMKA, H. Agus Salim dan lain sebagainya menjadi pribadi-pribadi tangguh yang selama ini kita kenal.
Hal tersebut bertolak belakang dengan gaya dan pola hidup masyarakat di kampong-kampung saat ini; seruan azan sudah mulai jarang dikumandangkan, Masjid-Masjid dan majelis taklim lengang jamaah, setiap selesai Maghrib jarang pula kita dengar lantunan bacaan ayat-ayat suci Al Qur`an dari rumah-rumah kaum Muslimin.
Kita sangat merindukan pemahaman dan pengamalan oleh masyarakat Agam begitu luar biasanya peran dan fungsi Al Qur`an bagi kehidupan manusia sebagai petunjuk dan mengantarkan manusia kepada kehidupan yang lebih sempurna baik di dunia sampai ke akhirat.
Pemerintah Sumatera Barat yag identik dengan sebutan “Ranah Minang berfalsafah“ Adat Basandi Sara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato, Adat Mamakai” telah melakukan suatu teroboson dengan mengeluarkan Perda No.9 Tahun 2000 Tentang Sistem Pemeritnahan Kembali ka Nagari.
Falsafah tersebut diaplikasikan dalam istilah Tungku Tigo Sajarangan, yang artinya Sistem Pemerintahan meliputi tiga unsur  yakni ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai, sedangkan probadi di Minang Kabau setiap individu dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan pada umumnya khususnya ilmu agama yang fungsinya tergambar dalam sebuah pepatah hiduik, kadipakai, mati ka ditompang.

1.1  Apa Itu Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji?
Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji atau yang lebih dikenal dengan GEMMAR Mengaji merupakan program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia yang dicanangkan di tiap Propinsi dan Kabupaten / Kota se Indonesia.
GEMMAR Mengaji adalah sebuah program untuk membudayakan membaca Al Qur`an setelah shalat Maghrib di kalangan masyarakat. Membaca Al Qur`an atau mengaji sejak dulu telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Namun akhir-akhir ini mengaji sudah mulai ditinggalkan. Masjid-Masjid kosong, tak ada lagi aktifitas pengajian. Umat lebih asyik di depan televise daripada mengaji.

1.2  Tujuan
Tujuan dari GEMMAR Mengaji ini adalah :
a. Menghidupkan kembali tradisi membaca / mendaras Al Qur`an setiap selesai shalat Maghrib di seluruh pelosok dan kampong-kampung yang ada di Kabupaten Agam sehingga dengan begitu diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan waktu antara Maghrib dan Isya dengan efektif untuk beribadah kepada Allah dan memperdalam wawasan keagamaannya dan tidak menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
b. Menumbuhkan kesadaran di tengah-tengah masyarakat akan fungsi dan peranan Al Qur`an bagi kehidupan manusia sehingga Al Qur`an tetap dibaca dan dipelajari sekalipun telah tamat (khatam) dari Taman Pendidikan Al Qur`an
c. Meningkatkan minat dan kemampuan masyarakat dalam membaca Al Qur`an
d. Meminimalisir pengaruh negatif dari media elektronik
e. Mengimarahkan Masjid dengan gema ibadah
f. Meningkatkan kerjasama antara orang tua, masyarakat dengan unsur pendidikan dan pemerintah

1.3  Sasaran
Sasaran dalam Gerakan Masayrakat Maghrib Mengaji (GEMMAR Mengaji) ini adalah seluruh komponen masyarakat.

1.4  Strategi
Strategi yang dapat dilakukan untuk mensukseskan GEMMAR Mengaji ini antara lain :
a. Membuat regulasi tentang GEMMAR Mengaji
b. Meningkatkan kerja sama dengan unsur terkait
c. Memodifikasi sistem pembelajaran Al Qur`an
d. Mengaktifkan TPQ/SQ di Masjid
e. Memberikan reward bagi Masjid yang aktif

II.      JENIS KEGIATAN
1. Tilawatil Qur`an/Qira’ah
2. Tadarrus Al Qur`an
3. Kajian Tafsir Al Qur`an
4. Tahfidzul Qur'an

III.    BENTUK KEGIATAN
3.1  Perencanaan
a. Membentuk tim sosialisasi dan pengawasan
b. Membentuk tim Pembina dan penanggung jawab disemua tingkatan  (Kabupaten, Kecamatan, Kenagarian dan Jorong)
c. Merumuskan anggaran biaya
d. Menetapkan jadwal pengawasan
e. Menyusun indicator tingkat capaian

3.2  Pelaksanaan
1. Sosialisasi
2. Operasional kegiatan Tilawatil Qur`an, Tadarrrus Al Qur`an, Kajian Tafsir dan Tahfidzul Qur’an
3. Monitoring dan evaluasi

IV.    LOKASI KEGIATAN
Kegiatan ini dapat dilakukan di Masjid, mushalla, surau, asrama, tempat perkumpulan atau di rumah masing-masing.

V.      WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini tentu saja dilakukan setelah shalat Magrib dan program ini dimulai sejak bulan Juli 2011 dan seterusnya.

VI.    HASIL YANG DIHARAPKAN KEGIATAN
Hasil yang diharapkan melalui Gerakan Masyarakat Maghrib mengaji ini adalah sebagai berikut :
a. Membangun kembali budaya/tradisi membaca Al Qur`an di tengah-tengah keluarga dan masayrakat Kabupaten Agam sehingga Al Qur`an dapat dijadikan pedoman dan tuntunan dalam kehidupan
b. Masyarakat mencintai Al Qur`an
c. Masyarakat memahami makna dan kandungan Al Qur`an
d. Rumah ibadah ramai dengan bacaan Al Qur`an
e. Masyarakat mampu mengamalkan ajaran Al Qur`an

VII.     PEMBIAYAAN
Seluruh biaya untuk kegiatan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (GEMMAR Mengaji) ini berasal dari partisipasi masyarakat dan tentu saja dari remaja itu sendiri disamping bantuan pihak pemerintah dan swasta.
                                                              
VIII.   TANGGUNG JAWAB DAN PERANAN KOMPONEN MASAYRAKAT
8.1  Individu
Dalam Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji ini, individu mempunyai tanggung jawab atau berperan sebagai berikut:
a. Shalat Maghrib berjamaah di Masjid 
b. Menyediakan waktu untuk membaca Al Qur`an di Masjid setelah shalat Maghrib 
c. Duduk di Masjid mendengarkan ceramah sampai datangnya waktu Isya 
d. Mempelajari dan memahami isi kandungan Al Qur`an 
e. Memfasihkan bacaan Al Qur`an baik dari segi tajwid maupun makharijul hurufnya 
f. Ceritakan kepada teman atau keluarga tentang program Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji 
g. Tanamkan pada diri sendiri untuk melakukan kegiatan Maghrib Mengaji yang dimulai dari diri sendiri 
h. Ikut menciptakan suasana yang kondusif untuk terlaksanaya kegiatan Maghrib Mengaji 

8.2  Rumah Tangga / Keluarga 
Dalam mensukseskan Gerakan Masayrakat Maghrib Mengaji, rumah tangga atau keluarga mempunyai peran dan tanggung jawab sebagai berikut :
1. Mengajak anak-anak dan keluarga untuk shalat Maghrib di Masjid 
2. Menanamkan kesadaran kepada keluarga untuk shalat Maghrib di Masjid 
3. Mengajak anak-anak dan keluarga untuk mengaji bersama di Masjid setelah selesai shalat Maghrib sampai datang waktu Isya 
4. Mematikan televisi pada saat Maghrib sampai Isya dan mengajak anak-anak dan keluarga untuk membaca/daras Al Qur`an 
5. Memasukkan anak-anak belajar mengaji pada TPQ dan MDA yang jadwal belajarnya setelah shalat Maghrib sampai datang Isya 
6. Mengajak anak-anak dan keluarga mempelajari dan mendalami isi kandungan Al Qur`an 
7. Bertekad bersama keluarga untuk menyediakan waktu membaca Al Qur`an.

8.3  Instansi / Kantor
Dalam mensukseskan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji, instansi/kantor mempunyai peranan sebagai berikut:
1. Mensosialisasikan program atau mengkampanye kan Gerakan masyarakat Maghrib Mengaji kepada seluruh pegawai dan masyarakat
2. Mengajak pegawai dan keluarganya untuk melaksanakan Maghrib berjamaah di Masjid.
3. Membuat regulasi tentang pelaksanaan Maghrib mengaji.
4. Membentuk kelompok pengajian di kantor masing-masing.
5. Berperan aktif dalam pembinaan TPQ.
6. Memulai membiasakan diri untuk membaca Al Qur`an di kantor.
7. Membuat dan menyebarkan brosur/leaflet tentang Gerakan maghrib Mengaji.
8. Bersama-sama mempelajari dan mendalami isi Al Qur`an.
9. Berkoordinasi dengan instansi/lembaga terkait.
10. Memfasilitasi program.

8.4  Ormas / Pengurus Masjid
Dalam mensukseskan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji, ormas atau Pengurus Masjid berperan sebagai berikut :
1. Ikut bertanggung jawab secara moral dengan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji.
2. Mengajak anggota / masyarakat untuk melaksanakan kegiatan Maghrib Mengaji dengan menyesuaikan momen-momen tertentu.
3. Menjadikan Masjid sebagai tempat mengaji bagi anak-anak setiap Maghrib.
4. Diminta kepada Pengurus Masjid untuk mengajak masyarakat melaksanakan kegiatan Maghrib Mengaji.
5. Menyediakan sarana dan prasarana untuk kegiatan Maghrib Mengaji.
6. Mensyiarkan Gerakan Maghrib Mengaji pada Khutbah Jum’at dan wirid-wirid.
7. Memasang papan reklame di depan Masjid untuk melaksanakan Maghrib Mengaji.
8. Membuat brosur dan disebarkan kepada jamaah untuk melaksanakan kegiatan Maghrib Mengaji.
9. Bersama remaja Masjid menggalakkan Maghrib Mengaji untuk menambah keimanan para remaja tersebut.
10. Agar pengurus Masjid lebih optimal untuk menggalakkan Maghrib mengaji di Masjid yang mereka kelola.

8.5  Tokoh Masyarakat
Dalam mensukseskan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji, tokoh masyarakat mempunyai peran penting, antara lain sebagai berikut :
1. Menghimbau masyarakat untuk meramaikan Masjid di saat Maghrib secara khusus.
2. Membuat brosur yang isinya menyatakan untuk dapat kita melaksanakan shalat Maghrib dan mengaji di Masjid bersama-sama.
3. Memberikan ceramah kepada masyarakat melalui radio lokal untuk melaksanakan kegiatan Maghrib Mengaji.
4. Mensosialisasikan kepada masyarakat serta mengajak masyarakat untuk melaksanakan shalat di Masjid.
5. Mengevaluasi setiap Masjid yang ada, apakah mereka rutin melaksanakan Maghrib Mengaji.
6. Memberikan reward kepad Masjid / masyaarakat yang mlaksanakan kegiatan thaharah Masjid.
7. Memberikan dukungan terhadap pengurus Masjid baik secara moril maupun materil untuk melaksanakan kegitan Maghrib Mengaji.
8. Mengadakan pertemuan dengan masyarakat serta dinas / instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Maghrib mengaji.
9. Bekerja sama dengan perusahaan yang ada di Kabupaten Agam untuk berperan serta dalam pelaksanaan Maghrib Mengaji. 
10.  Memfasilitasi berkembangnya TPQ / MDA.

8.6  Sekolah / Madrasah
Dalam mensukseskan Gerakan Masyarakat maghrib Mengaji, sekolah / madrasah berperan dalam hal sebagai berikut :
1. Bertekad menyediakan waktu untuk membaca Al Qur`an di sekolah dan diwajibkan kepada siswa untuk datang setiap Maghrib ke Masjid
2. Mewajibkan siswa untuk mengaji setiap selesai shalat Maghrib yang dibuktikan dengan buku control
3. Memberikan penghargaan / sanksi bagi yang melaksanakan / tidak melaksanakan kegiatan dan berkoordinasi dengan orang tua murid dan komite dalam menetapkan aturan.
4. Membiasakan memulai kegiatan PBM dengan membaca Al Qur`an minimal 5 menit
5. Mensyaratkan setiap anak yang melanjutkan pendidikan ke tingkat Menengah harus bisa baca tulis Al Qur`an dan dibuktikan dengan sertifikat
6. Memberikan penjelasan kepada murid mengapa kita mendukung Gerakan masyarakat Maghrib Mengaji
7. Mengorganisir pertemuan seluruh komunitas sekolah untuk menjelaskan mengapa sekolah mendukung Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji
8. Mendorong orang tua murid untuk berpartisipasi dalam mensukseskan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji
9. Mengajak teman-teman sekolah membentuk kelompok pengajian Al Qur`an
10. Menugaskan siswa untuk membuat tulisan mengenai Gerakan Masyarakat maghrib mengaji, menulis kandungan isi Al Qur`an sesuai mata pelajaran yang ada di sekolah.

8.7  Pelaku Usaha / Pasar / Objek Wisata
1. Memasang spanduk di dalam/depan pasar atau objek wisata tentang Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji
2. Menyebarkan brosur kepada pengunjung pasar/wisatawan tentang pelaksanaan kegiatan Maghrib Mengaji
3. Mensosialisasikan kepada pengunjung pasar/wisatawan bagaimana dan apa yang dimaksud dengan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji
4. Pengelola dan pengurus pasarmemberikan contoh dan mengajak pengunjung pasar untuk melaksanakan Maghrib Mengaji
5. Membuat slogan tentang pelaksanaan Maghrib Mengaji
6. Membuat papan reklame tentang Gerakan Maghrib Mengaji dan dipasang pada tempat-tempat strategis

IX.      PENUTUP
   9.1  Kesimpulan
Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji adalah sebuah program untuk membiasakan masyarakat membaca Al Qur`an atau mengaji setelah selesai shalat Maghrib daripada masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya di depan televisi di waktu Maghrib sehingga terlupa akan waktu Maghrib yang sangat singkat. 
   9.2  Saran
Diharapkan kepada seluruh komponen masyarakat untuk menggalakkan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji ini di wilayahnya masing-masing sehingga Gerakan yang telah dicanangkankan ini dapat dilaksanakan oleh masyarakat untuk seterusnya.