Minggu, 23 Juli 2017 / 28 Syawwal 1438 H
Karya Tulis Detil

 FIKSI

Oleh :  Ibrahim Azwar

Jumat, 16/06/2017  14:24 WIB

Pagi Itu (Faaizah dan Muthmainnah)

Tulis, tulis..

 

Begitu Faaizah bilang kepada Abi nya. Sambil pegang keyboard lepi Abi nya. Faaizah tulis tulis juga katanya. Disaat itu juga Mutmainnah dengan suara khasnya.Nyi, nyi, Nton nton katanya sambil menunjuk laptop.

 

Selanjutnya keyboard laptop putih yang sudah penuh bercak-bercak noda karena ulah mereka saat itu pun jadi korban jari jari mungil mereka.

 

Bi, abi. Nonton kita ya Bi. Kata Faaizah dan Mutmainnah.

 

Iya, iya kita nonton kata Abi.

 

Lalu Abi nya pun memutarkan video kesukaan mereka, lalu merekapun mengambil posisi dan duduk manis didepan laptop.

 

Tak lama kemudian, video pun habis lalu Imuth pun mulai berteriak,

 

Bi, kar bi, Kar bi. Dengan suaranya yang khas itu.

 

Tukar  Bi, kata Faaizah yang sudah lebih jelas berbicara.

 

Abi pun kembali memutarkan video yang lain, dan mereka pun kembali duduk manis menontonnya.

 

Selang beberapa waktu lalu Imuth pun berdiri dan berjoget-joget sambil berteriak menirukan lagu pada video. Suaranya yang khas dipadu dengan berbicaranya yang belum terlalu jelas menjadi sebuah momen yang cukup membuat tersenyum Abi nya.

 

Melihat adiknya berteriak-teriak, Faaizah pun tidak mau kalah, dia pun berdiri dan ikut bernyanyi dengan suara kerasnya. Dan jadilah sebuah konser kecil dirumah.

 

Tak lama kemudian, terdengar dari luar suara motor Ummi mereka pulang dari pasar.

 

Ummi pulang, Ummi pulang teriak Faaizah sambil berlari ke pintu.

 

Imuth pun tak mau kalah berlari ke pintu. Sampai di pintu Imuth pun berdiri dibelakang  dinding sambil mengeluarkan kepalanya dan BAA….

 

Senyum Ummi nya pun merekah, melihat ke dua buah hatinya yang berdiri didepan pintu menyambut kedatangannya.

 

Ummi beli kue kata Faaizah

 

Ada, sahut Ummi.

 

Mau kue teriak Faizah dan Muthmainnah.

 

Au kue sorak Imuth sekali lagi.

 

Sambil mereka berdua mengambil kantong plastik bawaan Umminya.

 

 Lalu dengan cepat mereka membuka belanjaan Umminya, dan sesaat kemudian mereka berteriak, cokelat……

 

Dengan wajah yang berseri-seri mereka berdua terlihat sangat antusias dengan apa yang dibawa oleh Umminya.

 

Dalam sekejap mereka berdua sudah mulai menyantap bawaan Ummi mereka. Dengan sangat lahap mereka memakan kue.

 

Tidak puas setelah memakan 1 potong Faaizah kembali mengambil 1 potong kue lagi. Dan kembali melahap kuenya. Tidak ketinggalan Ummi pun ikut nimbrung.

 

Setelah puas memakan kue, Muthmainnah kembali berteriak dengan suara khas kepada Abi nya.

 

Abi, nton agi, Muth nton agi. sambil memegang tangan Abi nya ke mouse.

 

Udah nontonnya, Mandi dulu kita. sahut Ummi

 

Dengan cepat Faaizah teriak, mandiiiiiiiii….

 

Lalu Imuth, ndak. Jawabnya.

 

Ayo kita mandi dulu, rayu Ummi.

 

Ndak, Muth ndak ndi. Sambil duduk ke pangkuan Abi nya yang duduk di depan laptop.

 

Biiii, Muth nonton, katanya.

 

Mandi dulu ya, sahut Abi.

 

Ndak, Muth ndak ndi. Jawabnya sambil terus memegang tangan Abi nya.

 

Lalu Abi memutarkan video lagi sambil bilang 1 ini aja ya. Habis ini mandi ya.

 

Muthmainnah diam saja tanpa menjawab, dan tetap menonton.

 

Melihat adiknya menonton, Faaizah pun jadi ikut menonton, lupa untuk mandi. Sementara Ummi mereka beranjak kebelakang dan mulai memasak dan melakukan rutinitas di dapur.

 

Tak lama berselang , Faaizah yang terlihat sudah mulai bosan, berlari ke teras rumah sambil mengajak adiknya.

 

Muth main keluar kita, ajaknya.

 

Mutmainnah pun segera berdiri dan berlari mengikuti kakaknya ke teras.

 

Lalu terdengar suara teriakan mereka bermain diluar.

 

Muth sini Muth, rari rari kita. kata Faaizah

 

Lalu, mereka berdua pun sibuk berlari-lari diteras rumah, berlari dari sisi yang satu ke sisi lainnyanya. Setelah lelah berlari-lari Muthmainnah berjalan ke dalam.

 

Dong-dong katanya, sambil melihat Abinya.

 

Apa ??? sahut Abi.

 

Muth, ik dong-dong jawabnya. Sambil menunjuk jungkat jungkit.

 

Oooo, naik odong-odong. Seru Abi.

 

Faaizah main odong-odang ya sama Imuth, kata Abi.

 

Faaizah naik yang disini ya, Imuth yang disana. sahut Faaizah.

 

Lalu merekapun bermain jungkat jungkit sembari Abinya masih sibuk mengetik dengan laptopnya. Lalu Ummi pun keluar.

 

Mandi kita lagi, kata Ummi.

 

Mandiiiiii, teriak Faaizah

 

Mandi kita ya Muth, kata Faaizah.

 

Ndi, seru Muthmainnah.

 

Ayooooo kita mandi, biar segar. kata Ummi

 

Setelah turun dari jungkat jungkit, mereka berdua pun berlari ke kamar mandi. Sampai dikamar mandi Ummi membuka pakaian mereka dan mereka pun mandi.

 

Sementara itu, Abi masih saja berkutat dengan laptopnya. Dan itu Faaizah keluar dari kamar mandi dan berteriak,

 

Abiiiii, udah selesai, teriaknya.

 

Udah selesai mandinya, kata Abi.

 

Udaaaah, sahut Faaizah.

 

Imuth udah mandi juga, seru Abi.

 

Muth dah ndi, jawab Imuth.

 

Bi, lap lap badan Bi, seru Faaizah.

 

Ayo kita ke kamar, jawab Abi sambil memegang tangan Mutmainnah.

 

Sampai dikamar, Faaizah dan Mutmainnah pun dipakaikan baju oleh Abi nya. Sambil terlentang Faaizah memakai bajunya dan Adiknya pun ikut-ikut pula menelentang di atas tempat tidur.

 

Faaizah pakai baju pink, seru Faaizah.

 

Baju yang mana, jawab Abi.

 

Baju pink tu ha, jawab Faaizah lagi.

 

Akhirnya Faaizah dan Muthmainnah pun selesai memakai baju dan masih berguling-guling di atas tempat tidur. Sambil ngenyot jempolnya Faaizah sudah terlihat mulai mengantuk begitu pun Muthmainnah. Dan tak lama kemudian mereka berdua pun tertidur lelap dengan gayanya masing-masing.

 

* isi merupakan tanggung jawab pengirim karya tulis ...

Share di situs jejaring sosial :